Headline News

Tempat Pencarian

Browse this website in:

PEMASARAN

INFO BEASISWA

RAKORTAS

Nasari siap salurkan KUR PDF Print E-mail
Berita - Media Massa
Written by Sahnan   
Tuesday, 17 November 2009 16:18
Dengan catatan, lanjutnya, koperasi tersebut mampu memenuhi persyaratan, seperti harus memiliki likuiditas baik, non performing loan (NPL) rendah, serta sudah memiliki kredibilitas. "KSP seperti ini akan didukung untuk diusulkan ke Komite Ke­bijakan KUR untuk turut menyalurkan dana KUR," ujar Agus Muharram.

Menurut dia, dalam pertemuan dengan wakil KSP Nasari, Jateng dan KSP Hipmi Jakarta, Menteri Negara Koperasi dan UKM Sjarifuddin Hasan menyetujui usul­an keduanya untuk disampaikan kepada Komite Kebijakan KUR di bawah koordi­nasi Menteri Perekonomian.

Beberapa hari sebelumnya, Koperasi Sim­pan Jasa (Kospin Jasa) Pekalongan juga menyampaikan rencana menjadi penyalur KUR. KSP Kodanua, Jakarta, dikabarkan mengikuti jejak koleganya.

KSP Nasari dan KSP Hipmi Jakarta juga menyampaikan rencana menyalurkan dana bergulir yang saat ini dilakukan se­cara tunggal oleh Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) di bawah Kementerian Negara Koperasi dan UKM.

"Keinginan mereka mungkin terjadi, ka­rena KSP memang diizinkan menjadi lem­baga intermediasi penyaluran dana ber­gulir. Langkah ini diharapkan bisa men­jawab kebutuhan modal UMKM. Menge­nai hal ini KSP Nasari dan KSP Hipmi Ja­karta minta menyampaikan permohonan kepada Menteri Koperasi," ungkap Agus.

JAKARTA Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Nasari memperpanjang deretan ko­perasi yang siap menjadi penyalur kredit usaha rakyat (KUR), setelah KSP Hipmi Jaya, Kospin Jasa, dan KSP Kodanua.

Sahala Panggabean, Ketua Koperasi Na­sari, mengatakan siap masuk dalam prog­ram penyaluran KUR, khususnya melayani debitur para pensiunan pegawai negeri sipil (PNS).

"Penyaluran yang kami lakukan lebih terjamin, karena dana itu diserahkan ke­pada para pensiunan. Pengembaliannya relatif aman, karena mereka membayar se­cara sistematis. Pemotongan kami lakukan melalui pembayaran gaji," ungkap Sahala Panggabean, kemarin.

Menurut Sahala, pensiunan masih me­merlukan pinjaman untuk modal usaha. Pinjaman yang mereka ajukan selama ini Rp2 juta-Rp3 juta atau kurang dari KUR mikro Rp5 juta.

Dengan modal sekitar Rp 180 miliar, saat KSP Nasari melayani lebih dari 100.000 pensiunan. Pinjaman rata-rata Rpl ,8 juta per debitur, sedangkan NPL Nasari cukup rendah, yakni kurang dari 1%. Dengan angka tersebut, Nasari memiliki potensi meningkatkan penyaluran KUR.

Agus Muharram, Deputi Menteri Ko­perasi dan UKM bidang Pembiayaan, me­nyatakan pemerintah mendukung KSP

Sumber: Bisnis Indonesia
 
Random Content

Tempat Pencarian Cepat