Headline News

Tempat Pencarian

Browse this website in:

PEMASARAN

INFO BEASISWA

RAKORTAS

Penyalur KUR tetap 6 bank BUMN, Bank swasta koperasi tak dilibatkan PDF Print E-mail
Berita - Media Massa
Written by Sahnan   
Friday, 29 January 2010 09:17
JAKARTA Bank swasta dan koperasi jasa keuangan tidak dilibatkan sebaqai penyalur kredit usaha rakyat
(KUR), kendati realisasi pinjaman enam bank pada 2009 jauh di bawah anqkatarget tahun ini Rp20 triliun.
Seperti tahun sebelumnya, pemerintah . tetap menggunakan enam bank BUMN sebagai penyalur KUR yakni BRI, BNI, Mandiri, Bukopin, BTN, dan Bank Syariah Mandiri

Bank swasta dinilai tidak cocok sebagai sarana untuk mencapai target sebaran kredit secara geografis maupun sektoral, dan cenderung memprioritaskan pinjamannya kepada debitur yang relatif aman dari sisi bisnisnya.
Adapun kelompok koperasi jasa keuangan dinilai tidak siap dengan mekanisme penyaluran KUR. dan masih adanya perbedaan persepsi di antara pengelola koperasi.

Choirul Djamhari, Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian Negara Koperasi dan UKM mengatakan lokasi dan sektor usaha debitur sasaran KUR berbeda dengan target bank swasta. "Persoalan yang akan kita selesaikan adalah bagaimana KUR bisa tersalur dengan sebaran geografis dansektoral yang lebih baik," ungkap Choirul Djamhari, kemarin.Berdasarkan Evaluasi Ekonomi 2009 dan Prospek 2010 Tim Ekonomi Kabinet Indonesia Bersatu II, realisasi KUR dalam 23 bulan terakhir hingga November 2009 hanya Rp 16,45 triliun.

Dari sisi sebaran geografis. 2,3 juta debitur masih terkonsentrasi di Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatra Utara dan Sulawesi Selatan.Adapun dari sektor usaha, proporsi terbesar nilai KUR ada di perdagangan dan perhotelan 70,4%. sedangkan sektor pertanian hanya 15,1%.

KUR dijamin dengan dana Penyertaan Modal Negara di PT Askrindo dan Perum Jamkrindo sebesar Rpl .95 triliun. Tahun ini, dana itu bertambah Rp2 triliun.Seiring dengan peningkatan ini, pemerintah berencana melibatkan bank swasta dan bank pembangunan daerah (BPD) sebagai penyalur KUR.

Beberapa bank yang siap a.l. Bank Victoria. BCA, Bank Artha Graha. BII. Bank Panin. Bank Mega, dan Bank CIMB Niaga. Sedangkan dari jaringan BPD, sebanyak 13 bank setuju ikut menyalurkan KUR.Namun, menurut Choirul, rencana bisnis bank swasta tidak sesuai dengan fokus KUR ke usaha mikro maksimal Rp5 juta. Mereka juga memprioritaskan penyaluran ke wilayah yang sudah bertumbuh dan pasar yang mapan. Sedangkan KUR diarahkan ke daerah miskin.

Salah persepsi Adapun koperasi dikhawatirkan tidak siap dengan mekanisme yang diberlakukan dalam penyaluran KUR. "Saya khawatir persepsi mereka berbeda dengan yang sudah kita laksanakan." ujar Choirul, yang juga anggota Komite Kebijakan KUR.

Menurut dia, pengelola KSP pada umumnya mempersepsikan dana yang mereka salurkan berasal pemerintah Rp20 triliun per tahun. Padahal, dana yang dipinjamkan adalah murni milik KSP. Tetapi dana milik KSP itu sudah dijamin oleh perusahaan asuransi," ungkap Choirul. Dengan alasan itulah pemerintah belum menetapkan keterlibatan KSP dalam penyaluran KUR.

Ketua IV Kospin Jasa Andi Arslan Djunaid mengatakan koperasi memasar segmen mikro sehingga KUR mikro merupakan pasar KSP. Selain Kospin Jasa (Pekalongan), KSP lain yang siap menjadi penyalur KUR a.l. Kodanua (Jakarta), dan KSP Nasari (Semarang).

"Kami telah mewacanakan penyaluran KUR sejak awal. Dan, harus diingat, sebenarnya KUR adalah porsi dari tugas KSP," ujarnya. Saat diumumkan oleh pemerintah bahwa perluasan jangkauan KUR, Kospin Jasa sudah mempersiapkan diri menjadi penyalur. Di Cirebon Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjanjikan menyediakan kredit RplOO triliun dalam bentuk KUR selama 5 tahun mendatang untuk penguatan UKM. "Itu tidak sedikit. Diharapkan meningkatkan kesejahteraan rakyat," kata Presiden.

Sumber : Bisnis Indonesia
 
Random Content

Tempat Pencarian Cepat