| Nelayan di Muara Angke diberdayakan |
|
|
|
| Berita - Media Massa |
| Written by Sahnan |
| Tuesday, 02 February 2010 08:39 |
|
JAKARTA Kementerian Negara Koperasi dan UKM mendukung rencana pembangunan stasiun pengisian solar nelayan (SPSN) di kawasan Muara Angke, Jakarta Utara oleh koperasi nelayan Mina Jaya untuk meningkatkan aktivitas perekonomian anggotanya. Sebelum memberi dukungan finansial melalui bantuan permodalan, koperasi Mina Jaya harus melakukan kajian dari berbagai aspek agar operasionalisasi usaha kebutuhan balian bakar nelayan tersebut berjalan lancar."Pengadaan tanah harus jelas statusnya, selanjutnya bagaimana hubungan bisnis dengan pemasok seperti Pertamina serta sistem pembayaran oleh anggota koperasi," kata Menteri Negara Koperasi dan UKM Sjarifuddin Hasan ketika mengunjungi tempat pelelangan ikan (TPI) Muara Angke, pekan lalu. Dengan demikian, kata Menteri, kepentingan anggota koperasi yang berstatus nelayan bisa terpenuhi secara baik. Karena itu dia setuju memberi bantuan melalui skema kredit. Apalagi pengadaan SPSN itu sangat berarti bagi kepentingan anggota koperasi Mina Jaya. Koperasi Mina Jaya beranggotakan 2.187 orang, dan memiliki akumulasi dana sekitar Rp500 juta. Dari 2.187 anggota, sejumlah 613 di antaranya bertatus pemilik perahu/kapal penangkap ikan. Koperasi ini mengelola enam unit usaha, yakni unit garam, gas, air dan PAM, jasa, simpan pinjam, dan TPI. TPI di Muara Angke merupakan sarana pemasaran ikan hasil tangkapan anggota koperasi. Lokasi ini juga menjadi sarana pertemuan nelayan sebagai produsen dengan para pedagang ikan sebagai pembeli. Tempat pelelangan ini beroperasi melalui kerja sama dengan unit pelayanan teknis Dinas Perikanan DKI Jaya. Rata-rata hasil lelang setiap bulannya sekitar 895,54 ton, atau setara dengan Rp3,2 miliar. Dengan bantuan permodalan dari Kementerian Koperasi, koperasi ini diharapkan bisa meningkatkan volume usahanya.Koperasi Mina Jaya diminta tidak hanya menjadi koordinasi dalam hal kegiatan usaha, tetapi harus lebih aktif melakukan terobosan agar ikan hasil tangkapan anggota bisa bernilai lebih ekonomis dibandingkan dengan keadaan sekarang. "Untuk harga jual 1 kg ikan misalnya, sebesar Rp20.000. Harga ini lebih tinggi dua kali dibandingkan dengan harga jual di pasar-pasar Jakarta dan sekitarnya. Koperasi harus bisa menstabilkan harga itu, agar nelayan sebagai anggota bisa menikmati hasil jerih payahnya," kata Menteri. Ibu-ibu anggota koperasi Mina Jaya, lanjutnya, diharapkan mampu mendukung perekonomian anggota koperasi dengan meningkatkan aktivitas ekonomi di kawasan Muara Angke. Sumber : Bisnis Indonesia |
| Random Content | |
Tempat Pencarian Cepat |