PIDATO
MENTERI NEGARA KOPERASI DAN UKM
REPUBLIK INDONESIA
Peringatan Hari Koperasi ke 65
Tahun 2012
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Salam sejahtera bagi kita sekalian.
Yang saya hormati dan saya banggakan,
Para pengurus, pengawas, pengelola dan anggota serta penggiat koperasi di seluruh tanah air.
Pada kesempatan yang berbahagia ini marilah kita dengan tulus senantiasa memanjatkan puji syukur ke Hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, atas rahmat dan kuasa-NYA kita semua pada hari ini dapat bersama-sama dalam keadaan sehat wal’afiat, guna memperingati hari bersejarah yakni Hari Koperasi ke 65, yang telah dirintis dan diperjuangkan oleh tokoh dan pejuang koperasi kita, melalui Kongres Koperasi yang pertama pada tanggal 12 Juli 1947.
Atas nama Pemerintah, saya menyampaikan ucapan "Selamat Hari Koperasi" ke 65 kepada seluruh penggiat koperasi di seluruh Nusantara tercinta ini, dengan penuh harapan, melalui peringatan hari koperasi seperti ini, akan memberikan semangat yang lebih besar lagi bagi pertumbuhan dan perkembangan koperasi agar semakin mandiri, kuat dan berdaya saing, serta semakin besar peranannya dalam perekonomian nasional.
Untuk itu marilah saudara-saudara sekalian, dalam usia yang ke 65 tahun ini kita dapat maknai sebagai tahun kemandirian koperasi dengan mewujudkan koperasi menjadi koperasi yang besar, mandiri, dan kuat, sehingga dapat lebih cepat meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan anggotanya dan masyarakat.
Dengan tekad yang kuat dan bekerja keras. Koperasi bersama dengan usaha mikro kecil dan menengah kita mampu meningkatkan pertumbuhan perekonomian Indonesia. Oleh karena itu, marilah bersama-sama kita perkuat koperasi dengan kemandirian untuk kemakmuran bersama.
Hadirin sekalian yang berbahagia,
Mengiringi peringatan hari koperasi ke 65 ini, terdapat momentum bersejarah bagi gerakan koperasi di Indonesia dan dunia. Pertama, Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang sustainable, semakin baik, cukup tinggi saat ini telah menciptakan banyak peluang ekonomi bagi Koperasi Indonesia. Kedua, arahan Bapak Presiden Republik Indonesia DR. H. Susilo Bambang Yudhoyono bahwa melalui gerakan revitalisasi koperasi adalah salah satu program utama Pemerintah untuk menunjang perekonomian Indonesia menuju masyarakat yang makmur dan sejahtera. Ketiga, PBB telah mencanangkan tahun 2012 sebagai tahun koperasi dunia (International Year Cooperative).
Kita patut berbangga sebagai warga koperasi, bahwa Perserikatan Bangsa-Bangsa melalui resolusinya nomor 64/136 telah mengakui bahwa peran koperasi khususnya Koperasi Indonesia sebagai organisasi usaha telah terbukti disamping mampu bertahan dalam keadaan krisis ekonomi global, mampu juga meningkatkan pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan pekerjaan, menurunkan tingkat kemiskinan dan meningkatkan kemakmuran rakyat.
Kementerian Koperasi dan UKM telah melakukan beberapa rangkaian kegiatan guna mengisi peringatan hari Koperasi ke 65 dan tahun Koperasi dunia bekerjasama dengan DEKOPIN, DEKOPINWIL, dan DEKOPINDA bersama-sama dengan Pemerintah Propinsi, Kabupaten/Kota dan seluruh anggota koperasi. Untuk itu saya sampaikan terima kasih serta apresiasi yang tinggi.
Hadirin yang saya hormati,
Memasuki tahun ketiga RPJM 2009-2014, pada tahun 2009 jumlah Koperasi Indonesia sebanyak 170.411 unit. Tahun 2010 sebesar 177.482 unit. Tahun 2011 telah mencapai 188.181 unit dan sampai dengan pertengahan tahun 2012 ini, Koperasi Indonesia telah mencapai 192.443 unit dengan jumlah anggota sebanyak 33.687.417 orang. Peningkatan jumlah koperasi ini didukung oleh Program Gerakan Masyarakat Sadar Koperasi (GEMASKOP) dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah bekerja sama dan sinergi dengan DEKOPIN.
Namun saya menyadari bahwa masih terdapat banyak koperasi yang tidak aktif. Untuk itu melalui Gerakan Masyarakat Sadar Koperasi (GEMASKOP), kita harus mendorong agar koperasi-koperasi yang tidak aktif tersebut segera bangkit aktif untuk menggapai kemakmuran.
Kepada para Kepala Dinas yang membidangi Koperasi dan UMKM, propinsi, kabupaten dan kota, saya harapkan harus lebih meningkatkan pembinaan, pengawasan terhadap koperasi.
Melalui pembinaan yang intensif akan menghasilkan koperasi dapat tumbuh, kuat, besar dan mandiri, dan koperasi yang memiliki sumber daya manusia, manajemen, penguasaan teknologi yang tinggi dan berkualitas.
Saya menyadari, bahwa dalam melaksanakan pembinaan dan pengembangan Koperasi adalah tidak mudah, penuh tantangan dan kendala. Untuk itu diperlukan perhatian dan komitmen yang tinggi. Tingkatkan pembinaan dan pengembangan perkoperasian dengan jiwa, semangat, prinsip dan nilai-nilai koperasi.
Tingkatkan terus sinergi dan kerjasama antar koperasi atau koperasi dengan Badan Usaha lainnya, beri dukungan dan fasilitasi baik dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia, kelembagaan dan usaha, serta kemudahan koperasi dalam mengakses perijinan maupun permodalan melalui pelayanan yang cepat, mudah, dan murah. Semangat kebangsaan dan gotong royong harus dijadikan sebagai salah satu spirit dalam pemberdayaan koperasi secara integral dari seluruh komponen bangsa.
Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa melapangkan usaha kita semua demi mewujudkan koperasi yang mandiri untuk kemakmuran rakyat.
Dirgahayu dan Jayalah koperasi Indonesia
Koperasi Mandiri, Rakyat Makmur.
Wassalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh.
Jakarta, 12 Juli 2012
Menteri Negara,

DR. Syarief Hasan
* Pidato Menteri Negara Koperasi dan UKM pada Hari Koperasi ke 65 tahun 2012 dapat diunduh di link ini
|
|
|
Kolom Berita
|
Menkop Minta KUKM Laporkan Bank Negara NakalWritten by Artikel Monday, 20 May 2013 11:13
Menteri Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Syarief Hasan meminta pelaku Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (KUKM) melaporkan bank negara yang "nakal". "Kalau sampai ada bank negara yang nakal, menghalang-halangi pelaku koperasi atau UKM mendapatkan kredit atau bahkan memungut bayaran untuk itu, catat nama bank-nya, laporkan," kata Menkop Syarief usai menutup acara Temu Mitra Regional yang diselenggarakan oleh Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) di Pangkalanbaru, Jumat (17/5). Menkop menjelaskan pelaku koperasi dan UMKM |
MODAL USAHA: 2.160 Wirausaha Pemula Berpeluang Dapat Rp25 Juta/OrangWritten by Artikel Monday, 20 May 2013 11:08
Pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM pada tahun ini mengalokasikan modal usaha atau startup capital bagi wirausaha pemula yang ditargetkan mencapai 2.160 orang dari 33 provinsi Indonesia. Meliadi Sembiring, Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM, mengatakan dari seluruh jumlah itu sebanyak 1.500 di antaranya sudah menerima modal usaha melalui program Gerakan Kewirausahaan Nasional (GKN) 2013 pada Maret. Sejumlah 660 calon wirausaha lainnya |
Menkop: Usul Indonesia Soal Ketentuan Jumlah & Partisipasi Anggota Kemungkinan Diadopsi ICA International Workshop on Cooperatives in IndonesiaWritten by Artikel Tuesday, 14 May 2013 14:46
Pemerintah sedang merancang skema subsidi untuk pelaku UMKM jika kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) diberlakukan. Demikian disampaikan Menteri Koperasi dan UKM, Syarief Hasan, kepada wartawan di Jakarta, Senin siang (13/5). "Pelaku UMKM jangan khawatir karena pemerintah sedang merancang skema subsidi untuk UMKM dan masyarakat yang membutuhkan," katanya. Menkop, |
Unit Simpan Pinjam Didorong Menjadi Koperasi Simpan PinjamWritten by Administrator Friday, 10 May 2013 07:36
Induk Koperasi Pertanian mengimbau gerakan koperasi bisa menerima implementasi Undang-Undang Perkoperasian Nomor 17 Tahun 2012 yang mewajibkan unit simpan pinjam koperasi bertransformasi menjadi koperasi simpan pinjam. |
GERAKAN KEWIRAUSAHAAN: Pemerintah Targetkan Wirausaha Capai 6,12 Juta OrangWritten by Administrator Thursday, 02 May 2013 10:53
Kementerian Koperasi dan UKM memperkirakan pertumbuhan jumlah wirausaha nasional berdasarkan rasio perkembangan dalam 3 tahun terakhir bisa mencapai sekitar 2,5% dari jumlah penduduk atau sebanyak 6.128.655 orang. Deputi Bidang Pengembangan SDM Kementerian Koperasi dan UKM, Prakoso Budi Susetio, mengatakan angka itu merupakan target kerja yang hendak direalisasikan pemerintah. |
PERKOPERASIAN: Dekopin Desak Pemerintah Bentuk Lembaga Penjaminan Simpanan KoperasiWritten by Artikel Wednesday, 01 May 2013 00:00
Dewan Koperasi Indonesia meminta pemerintah serius merealisasi berdirinya lembaga penjaminan simpanan koperasi untuk mempertahankan eksistensi gerakan koperasi nasional. Sekretaris Jenderal Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) John Mulia Sihombing mengatakan keinginan anggota Dekopin terutama yang menangani koperasi simpan pinjam (KSP) harus disikapi positif oleh pemerintah terhadap aspirasi tersebut. |
UU PERKOPERASIAN: Momentum Terbaik Untuk Tingkatkan Kinerja KoperasiWritten by Artikel Wednesday, 01 May 2013 00:00
Kelahiran Undang-undang Perkoperasian Nomor 17 Tahun 2012 merupakan momentum tepat untuk meningkatkan kualitas koperasi, meski sebagian diantaranya masih ada yang tertinggal, bahkan tidak aktif. Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Agus Muharram mengatakan melalui UU baru itu setiap koperasi yang masih tertinggal maupun tidak aktif bisa digerakkan kembali melalui revitalisasi koperasi. "Salah satu sarananya adalah sosialisasi UU No.17/2012," katanya pada sosialisasi UU 17/2012 di Auditorium Kemenkop dan UKM di Jalan Rasuna Said, Kuningan, Rabu (1/5/2013). Dia mengemukakan melalui |
KOPERASI SYARIAH: Inkopsyah BMT Bukukan Aset Rp158 miliarWritten by Artikel Monday, 29 April 2013 09:12
SEMARANG – Induk Koperasi Syariah (Inkopsyah) BMT membukukan aset sebesar Rp158 miliar pada akhir 2012, tumbuh 54% dibandingkan dengan setahun yang lalu. Ketua Inkopsyah BMT Abdullah Yazid mengatakan pihaknya memiliki obesesi menjadi salah satu koperasi syariah terbesar di Indonesia, seperti Induk koperasi kredit (Inkopdit) yang saat ini asetnya sudah mencapai Rp 15 triliun. “Untuk mencapai aset tersebut, menurutnya, konsolidasi antar anggota BMT akan selalu dilakukan, serta mendorong BMT untuk masuk dalam APEX Syariah,” ujarnya di Rapat Anggota Tahunan (RAT) Inkopsyah, seperti |
Kemenkop Tingkatkan Pemahaman Anggota Satuan Pengawas KSPWritten by Artikel Friday, 19 April 2013 10:07
Kementerian Koperasi dan UKM secara bertahap meningkatkan pemahaman anggota satuan tugas pengawasan koperasi simpan pinjam menyusul pemberlakuan Undang-undang Perkoperasian Nomor 17 Tahun 2012. Demekian disampaikan Deputi Bidang Pengembangan SDM Kementerian Koperasi dan UKM Prakoso Budi Susetyo, pada pembukaan Training of Trainers (TOT) bagi sekitar 400 anggota Satgas di Hotel Grand Sahid Jaya, Kamis (18/4). "Berdasarkan undang-undang perkoperasian terbaru itu, |
|
|
Quick links
|