Klik pada gambar di bawah ini untuk mengaktifkan slideshow

Galeri

ImagePelaku usaha kecil menengah (UKM) di kawasan tengah dan timur Indonesia berpeluang meningkatkan ekspor ke Brunei Darussalam, Malaysia, dan Filipina dengan memanfaatkan perjanjian kerja sama BIMP-EAGA. BIMP-EAGA {Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia and Phi-lipines East Asean Growth Area) merupakan kerja sama peningkatan pertumbuhan ekonomi kawasan di antara empat negara Asean.

Rakortas Kemenkop UKM Revitalisasi KUD Putihkan KUT Macet PDF Print E-mail
Written by Artikel   
Friday, 21 September 2012 09:48

KEMENTERIAN koperasi dan usaha kecil dan Menengah (kemenkop UKM) mengambil langkah kebijakan politik dengan "memutihkan" kredit Usaha Tani (KUT) macet senilai Rp5,7 triliun Kemenkop UkM pun berupaya menghidupkan kembali kejayaan Koperasi Unit Desa (KUD) dengan menggelar program revitalisasi KUD.

Dua hal tersebut diungkap Menkop UKM DR Syarifuddin Hasan MM MBA saat menutup Rapat Kordinasi Terbatas (Rakortas) Pemberdayaan Koperasi dan UMKM "Revitalisasi KUD" di hadapan para Kepala Dinas Koperasi seluruh Indonesia di Hotel Lombok Raya Jl Panca Usaha No 11 Mataram Lombok, Nusa Tenggara Barat, Rabu (19/9) kemarin.

Saat Rakortas itu, Menkop UKM didampingi Deputi I Bidang Kelembagaan Koperasi dan UkM Drs Setyo Heriyanto MM, Deputi II Bidang Produksi Drs Braman Setyo M.Si, dan Deputi III Bidang Pembiayaan Ir Meliadi Sembiring M.Sc menegaskan, langkah pemutihan merupakan pelaksanaan poin ke-7 dari 13 poin hasil Rakortas Kemenkop UkM tersebut.

Pemutihan KUT macet Itu, merupakan langkah politik yang diambil politisi Partai Demokrat Itu, lantaran aliran dana KUT itu hingga kini tak jelas rimbanya. Apalagi lembaga swadaya masyarakat (LSM) pcnyalurkan dana KUT sudah tak aktif lagi. Langkah pemutihan dianggap sebagai solusi untuk membuka kran kredit kepada masyarakat petani.

"Rencana "pemutihan" KUT macet akan diselesaikansecara politik di DPR RI, nantinya. KUT senilai Rp5,7 triliun tak usah lagi dikembalikan. "Ini "kan soal rakyat, maka segera dibicarakan dengan DPK Harus ada persetujuan DPR," jelas politisi Anggota Dewan Kehormatan Partai Demokrat yang juga pernah menjadi Anggota DPR RI iru kepada wartawan usai menutup Rakortas.

Ditambahkan, langkah tersebut sebenarnya telah mendapat persetujuan DPR. Untuk memastikan persetujuan tersebut, ia akan kembali meng-ktmlirmasi (rekonfirmasi) menyangkut pemutihan KIT. "Sudah, sudah pernah dibicarakan. Saya konfirmasi ulang lagi, untuk penegasan dari DPR," tegasnya.

Tentang revitalisasi KUD itu sendiri, merupakan gerak langkah lanjutan dari revitalisasi koperasi. Namun lebih fokus lagi, yakni Koper, i Desa Seperti diketahui, KUD adalah suatu Koperasi serba usaha yang beranggotakan penduduk desa dan berlokasi didaerah pedesaan. Daerah kerjanya, biasanya mencangkup saw wilayah kecamatan. Pembentukan KUD ini merupakan penyatuan dari beberapa koperasi pertanian yang kecil dan banyak jumlahnya di pedesaan. Selain itu kUD memang secara resmi didorong perkembangannya oleh pemerintah.

Langkah awal revitalisasi kl n adalah, memperbaiki internal di semua sektor. "Yang utama adalah inventarisasi semua kUD, mana yang mati, mati suri, tersendat, bertahan, dan masih maju. Dari sana, identifikasi semua kondisi KUD itu mana saja yang perlu perbaikan. Sebab, di sedap daerah, kUD punya ciri khas masalahnya masing-masing," " ungkap Menkop.

"Langkah revitalisasi secara internal, dibarengi revitalisasi eksternal, semoga bisa menjadikan kUD lebih handal ke depannya dan dapat menggapai kejayaannya kembali," harap Menkop.

Sumber : Rakyat Merdeka

 

LAYANAN PUBLIK

CALL-CENTER-KUKM-500587.jpg

Jumlah Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini2323
mod_vvisit_counterKemarin2909
mod_vvisit_counterMinggu ini20994
mod_vvisit_counterMinggu lalu27200
mod_vvisit_counterBulan ini112356
mod_vvisit_counterBulan lalu123108
mod_vvisit_counterTotal kunjungan5776908

We have: 25 guests, 16 bots online
IP: 54.81.216.254
 , 
Nov 28, 2014