Klik pada gambar di bawah ini untuk mengaktifkan slideshow

Galeri

ImageKementerian Koperasi dan UKM melakukan Bimbingan Teknis Pemberdayaan Usaha KUMKM  daerah Wisata dan Usaha Mikro Perikanan Wilayah Pesisir di Kabupaten Belitung. Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah pada tanggal 26 April 2010 telah melakukan Bimbingan Teknis Pemberdayaan Usaha KUMKM, bertempat di Hotel Grand Pesona Impian Kab. Belitung dengan peserta berjumlah 80 orang usaha mikro dan kecil (UMK), diantaranya bidang usaha wisata sebanyak 30 orang, pengolahan perikanan sebanyak 50 orang yang berasal dari Kab. Belitung dan Kab. Belitung Timur.

Program 1 Hektare Karo Jadi Contoh PDF Print E-mail
Written by Artikel   
Tuesday, 04 December 2012 11:14

JAKARTA-Kementerian Koperasi dan UKM menilai program lahan 1 hektare yang dikembangkan Pemerintah Kabupaten Karo, Sumatra Utara merupakan proyek percontohan terbaik.

Meliadi Sembiring, Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM, mengatakan inisiatif pemerintah daerah tersebut harus didukung karena mengacu pada pembangunan berkesinambungan dan bisa dikembangkan ke daerah lain.

"Program tersebut terintegrasi antara peternakan dan budi daya jeruk pada satu lingkungan seluas 1 hektare. Pola pengembangan budi daya ternak dan tanaman buah tersebut menjadi proyek percontohan terbaik," katanya di Jakarta, Senin (3/12).

Menurutnya, pola pengembangan usaha yang diintegrasikan dengan budi daya sapi serta buah, diupayakan agar berbadan hukum koperasi. Dengan demikian masyarakat pelaku usaha mikro dan kecil bisa menjalankan usaha secara optimal.

Intinya, kata Meliadi, program tersebut bisa membantu perekonomian masyarakat dan difokuskan ke komoditas ieruk dan sapi. Lahan seluas 1 hektare diyakini sudah bisa memandirikan pelaku usaha mikro dan kecil di bidang peternakan dan budi daya jeruk.

Kena Ukur Karo Jambi Surbakti, Bupati Kabupaten Karo, Sumatra Utara, mengemukakan pencanangan lahan 1 hektare terbagi untuk beberapa keperluan usaha. Sekitar 6.000 meter dijadikan penanaman rumput dan jeruk, dan 4.000 meter lainnya untuk kandang sapi.

"Dari penanaman rumput seluas 6.000 meter, cukup untuk pakan sapi, dan kotorannya dijadikan sebagai pupuk organik menghidupi sekitar 60 pohon jeruk yang ditanami. Jadi ada multifungsi pemanfaatan yang dihasilkan pada satu area tersebut," ujarnya secara terpisah.

Tumpang Sari

Di antara pepohohon jeruk juga bisa dimanfaatkan untuk tumpang sari tomat dan cabai. Agar program tesebut optimal. Surbakti meminta dukungan Kementerian Koperasi dan UKM untuk memfasilitasi lahan mereka menjadi bersertifikat.

Pemerintah Kabupaten Karo akan memberi insentif kepada peternak untuk meningkatkan jumlah sapinya melalui program sinergi serius itu. "Jika program yang kami usung ini mampu menciptakan usaha kondusif, mungkin bisa diimplementasikan kedaerah lain."

Pada saat ini produksi jeruk dari daerah tersebut cenderung turun karena sering diserang hama lalat buah. Untuk mengatasi persoalan tersebut, Surbakti berjanji ikut mencari solusinya.

Bupati Karo itu menjelaskan sedang mempersiapkan dua skenario. Pertama, memasang jaring di atas pohon jeruk. Kedua, melepas burung jalak sebagai predalor alami lalat buah.

Sumber : Bisinis Indonesia

 

LAYANAN PUBLIK

CALL-CENTER-KUKM-500587.jpg

Jumlah Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini3394
mod_vvisit_counterKemarin0
mod_vvisit_counterMinggu ini3394
mod_vvisit_counterMinggu lalu27859
mod_vvisit_counterBulan ini3394
mod_vvisit_counterBulan lalu73393
mod_vvisit_counterTotal kunjungan5436879

We have: 47 guests, 58 bots online
IP: 23.20.112.161
 , 
Sep 01, 2014