Klik pada gambar di bawah ini untuk mengaktifkan slideshow

Galeri

ImageKementerian Koperasi dan UKM melakukan Bimbingan Teknis Pemberdayaan Usaha KUMKM  daerah Wisata dan Usaha Mikro Perikanan Wilayah Pesisir di Kabupaten Belitung. Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah pada tanggal 26 April 2010 telah melakukan Bimbingan Teknis Pemberdayaan Usaha KUMKM, bertempat di Hotel Grand Pesona Impian Kab. Belitung dengan peserta berjumlah 80 orang usaha mikro dan kecil (UMK), diantaranya bidang usaha wisata sebanyak 30 orang, pengolahan perikanan sebanyak 50 orang yang berasal dari Kab. Belitung dan Kab. Belitung Timur.

LPDB, Ujung Tombak Mengentaskan Kemiskinan Di Tahun 2013 PDF Print E-mail
Written by Sugianto   
Thursday, 20 December 2012 10:12

PERGANTIAN tahun 2012 tinggal menghitung hari. Bagi Lembaga Pengelola Dana Bergulir-Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM), tahun 2012 fase penting dalam meletakan fondasi yang kokoh bagi kemajuan di tahun depan. Karena di tahun 2012. LPDB telah berhasil meraih sejumlah capaian penting Prestasi ini modal kuat menjadi agen terdepan Kementerian Negara Koperasi dan UKM dalam pengentasan kemiskinan dan pengangguran di tahun 2013.

"LPDB sebagai salah satu ujung tombak Kementerian Negara Koperasi dan UKM dalam pengentasan kemiskinan dan pengangguran di tahun 2013 mendatang," kata Direktur Utama Kemas Danial, kepada Rakyat Merdeka pekan kemarin di Jakarta.

Sebagai ujung tombak pengentasan kemiskinan dan pengangguran karena dana yang digulirkan LPDB sangat murah dan mudah aksesnya bagi para pelaku UKM. Di tahun 2013, LPDB memberikan prioritas (60 persen) penyaluran dana bagi sektor riil, dari total dana yang akan disalurkan Rp2,9 triliun

Berikut kutipan wawancara dengan Kemas Danial selengkapnya

Seperti apa refleksi LPDB-KUMKM untuk tahun 2012?

Terdapat banyak capaian penting yang telah diraih LPDB selama tahun 2012 ini. Mulai dari tingkat penyerapan anggaran, kinerja keuangan yang positif, potensi lapangan kerja baru yang disediakan LPDB, penghargaan pada sistem manajemen, animo masyarakat yang terus membludak, tingkat NPL yang tetap terjaga rendah, komitmen terhadap pemberantasan korupsi, hingga menerbitkan buku sebagai rekam jejak LPDB.

Bagaimana dengan tingkat penyerapan anggaran 2012 ini?

Penyerapan anggaran LPDB telah sesuai target yang diberikan Kementerian Koperasi dan Keuangan. Dana tambahan yang diberikan Kementerian Keuangan sebesar Rp500 miliar sudah melampaui batas penyerapannya, hingga 220 persen. Demikian target yang diberikan Kementerian Koperasi Rp 1,3 triliun juga telah terlampaui.

Korelasinya dengan ting-kat pembukaan lapangan kerja baru di tahun 2012 seperti apa?

Dengan terserapnya dana Rp1,3 triliun itu, maka menciptakan lapangan kerja baru bagi tak kurang dari 1,3 juta jiwa. Dengan asumsi dana bergulir sebesar Rp1,3 triliun itu, UKM yang dapat manfaat diperkirakan mencapai sekitar 350 ribuan. Bila saja, dari tiap UKM itu ada 3-4 orang baru yang terserap kerja, maka diperkirakan akan ada 1,3 juta yang mendapat pekerjaan.

Ini juga berarti dana LPDB itu berkonstribusi pada pengurangan pengangguran. Ini menandakan LPDB sangat produktif menjalankan program pemerintah, pengentasan kemiskinan dan menciptakan lapangan kerja.

Seperti apa kinerja keuangan dan komitmen terhadap pemberantasan korupsi?

Pada tahun 2012, LPDB meraih penghargaan sangat penting sebagai BLU terbaik dari 117 BLU yang ada di Indonesia. Award yang dari Kementerian Keuangan itu diberikan kepada LPDB de-ngan skor tertinggi 76,33. Sementara dari pemberantasan korupsi, survey integritas KPK pada 2012 menempatkan LPDB sebagai terbaik bersamaan dengan 12 lembaga lainnya, dengan skor 7,15. Ini menunjukkan integritas LPDB tidak dapat diragukan lagi. Ini juga menandakan bahwa infrastruktur yang ada di internal LPDB telah berjalan dengan baik.

Seperti apa kemampuan LPDB dalam menjaga NPL 2012?

LPDB tetap dapat menjaga nonperforming loan (NPL) tetap rendah, dengan rata-rata di bawah 1 persen. Ini menunjukan komitmen kita dalam menjaga dana ini sangat baik. Sehingga tidak ada alasan bagi Menteri Keuangan untuk tidak memberikan dana tambahan bagi LPDB di tahun-tahun mendatang.

Selain Itu?

Di tahun ini, LPDB juga telah melaunching buku berjudul LPDB dan Kemiskinan. Di buku ini, tergambar bagaimana sebetulnya lembaga ini berdiri dari awal dan rencana-rencana strategisnya di tahun-tahun mendatang

Kami konsisten dalam melaksanakan seluruh rencana tersebut. Di buku ini juga tergambar jelas konsistensi LPDB dalam mengentaskan kemiskinan dan pengangguran. Buku ini dapat dibeli di toko-toko buku terdekat.

Dengan semua capaian itu, apa rencana strategis LPDB di 2013?

Pada 2013, LPDB akan lebih masuk di sektor riil. Karena ini menjadi program strategis dalam mengentaskan kemiskinan dan pengangguran. Kita tahu, sektor ini banyak yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, karena lebih banyak memberikan lapangan kerja baru.

Kalau selama ini koperasi yang mendapatkan dana bergulir LPDB itu lebih banyak bergerak di sektor simpan pinjam, maka akan digeser lebih ke sektor riil. Prosentasenya bisa mencapai 60 persen untuk sektor riil.

Konkretnya?

LPDB akan lebih banyak bekerja sama dengan dinas-dinas kabupaten, walikota, dan gubernur, untuk dapat bersama-sama dalam memberikan dukungan bagi kaki lima. Misalnya dalam bentuk memberikan kredit investasi, untuk pembelian toko, ruko, maupun modal kerja. Hal ini seperti yang kami lakukan pada Kopanti Jawa Barat, di mana koperasi ini banyak memberikan pinjaman bagi anggotanya yang bergerak di sektor riil.

Seperti apa LPDB menggambarkan tantangan 2013?

Tahun 2013 adalah tahun yang banyak handicap-nya. Mulai dari situasi ekonomi hingga politik Dari segi ekonomi, trend yang berkembang saat ini adalah UMR yang naik. Kenyataan ini akan memberatkan para pelaku UKM dalam penggajian. Dalam konteks ini peran LPDB harus dilihat secara nyata. Pertama, dana bergulir LPDB adalah dana dengan bunga murah. Dengan dana murah itu, mereka dapat menciptakan lapangan kerja dan dapat membalance UMR yang naik.

Kalau begitu LPDB perlu dana tambahan?

Betul sekali. Karena bila Menteri Keuangan memberikan dana tambahan, maka akan lebih besar lagi jumlah UKM yang menerima manfaat. Dan mereka juga dapat membalance kenaikan UMR tersebut. Selain itu, kami meminta agar bunga dana bergulir itu diturunkan, sehingga tidak memberatkan UKM. Artinya bila SBI minus 3 persen, bila perlu bisa jadi 4 persen, untuk simpan pinjam SBI plus 2 persen. Ini harus diberikan untuk membalance pada UMR tersebut. Ini kita siapkan untuk mendapatkan keringanan di tahun 2013

Bagaimana dengan pengaruh perubahan politik 2013?

Tahun ini cukup panas, karena suhu politik mulai meninggi jelang 2014. Sehingga conflic of interest pelaku UKM maupun pelaku politik di daerah rentan terjadi. Kemungkinan akan terjadi friksi, persaingan tidak sehat dalam kegiatan UKM di daerah. Kami tidak ingin dana yang disalurkan LPDB kepada UKM itu dipolitisasi untuk kepentingan politik, sehingga bukan UKM yang berkembang tapi malah politiknya. Ini menjadi handicap LPDB.

Strategi LPDB dalam menjaga kemungkinan Itu?

Terus terang bagi LPDB ini tahun yang cukup berat. Karena itu, diperlukan pengawasan khusus yang lebih intensif dalam pengawasan dana bergulir, sehingga dana tepat pada tempatnya, bukan untuk kepentingan politik. Kami akan bekerja sama lebih intensif dengan dinas kabupaten kota dalam pengawasan ini. tim

 

Sumber: Rakyat Merdeka

 

LAYANAN PUBLIK

CALL-CENTER-KUKM-500587.jpg

Jumlah Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini1756
mod_vvisit_counterKemarin0
mod_vvisit_counterMinggu ini1756
mod_vvisit_counterMinggu lalu27859
mod_vvisit_counterBulan ini1756
mod_vvisit_counterBulan lalu73393
mod_vvisit_counterTotal kunjungan5435241

We have: 54 guests, 58 bots online
IP: 54.211.164.132
 , 
Sep 01, 2014