Klik pada gambar di bawah ini untuk mengaktifkan slideshow

Galeri

ImagePelaku usaha kecil menengah (UKM) di kawasan tengah dan timur Indonesia berpeluang meningkatkan ekspor ke Brunei Darussalam, Malaysia, dan Filipina dengan memanfaatkan perjanjian kerja sama BIMP-EAGA. BIMP-EAGA {Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia and Phi-lipines East Asean Growth Area) merupakan kerja sama peningkatan pertumbuhan ekonomi kawasan di antara empat negara Asean.

712 Koperasi Akan Kembangkan Pasar dan Kaki Lima PDF Print E-mail
Written by Sugianto   
Thursday, 20 December 2012 10:23

JAKARTA-Kementerian Koperasi dan UKM menyiapkan anggaran sosial bagi 712 koperasi yang dipercaya mengembangkan pasar tradisional, penataan pedagang kaki lima, UKM Mart, dan fasilitasi pameran.

Neddy Rafinaldy Halim, Deputi Bidang Pemasaran dan Jaringan Usaha Kementerian Koperasi dan UKM, mengatakan pengembangan berbagai program tersebut dipercayakan kepada koperasi yang telah berbadan hukum koperasi.

"Seluruh program tersebut dilaksanakan melalui bantuan sosial dan koperasi sebagai koordinator akan menerima dana tersebut seutuhnya tanpa dikenakan biaya." ujarnya di Jakarta, Selasa (18/12).

Kementerian Koperasi dan UKM berencana mengembangkan 380 unit pasar tradisional pada tahun depan dengan anggaran paling tinggi Rp 1 miliar untuk masing-masing proyek pembangunan.

Program revitalisasi pasar tradisional itu, kata Neddy, akan diarahkan ke daerah tertinggal, kawasan perbatasan, dan program rutin atau regular.

Adapun bantuan sosial untuk program penataan pedagang kaki lima (PKL) di berbagai daerah diperkirakan mencapai 92 titik guna menampung 4.625 pedagang. Bantuan sosial yang dialokasikan kepada setiap PKL sebesar Rp7,5 juta.

Neddy mengatakan 260 koperasi lainnya akan mendapat bantuan sosial untuk pengembangan toko ritel modern atau UKM Mart. Adapun sesuai pendataan yang dilakukan Kementerian Koperasi dan UKM. ke-260 koperasi tersebut layak mengembangkan UKM Mart.

Koperasi yang ingin meningkatkan statusnya menjadi UKM Mart diharuskan memiliki status pengelola warung serba ada (waSerda). Syarat tersebut ternyata sudah banyak dimiliki koperasi-koperasi.

Asisten Deputi Urusan Sarana dan Prasarana Kementerian Koperasi dan UKM, Nyak Ubin, mengatakan selain memberi bantuan sosial bagi pengembangan prigram pasar tradisional, penataan PKL, dan UKM Mart, masih ada satu program lainnya, yakni fasilitasi pameran di dalam dan luar negeri.

"Di dalam negeri ada dua pameran yakni pameran tematik dan umum. Jumlah pameran tematik sebanyak empat event, sedangkan pameran umum sebanyak 30 kali. Semuanya akan melibatkan pelaku koperasi dan usaha mikro, kecil dan menengah," ujarnya.

Koperasi yang bisa menerima dana bantuan sosial bisa berstatus koperasi primer, koperasi karyawan dan koperasi fungsional. Selain itu, penerima bantuan juga harus memiliki perangkat organisasi dan daftar anggota penerima manfaat langsung.

TRANSAKSI NAIK

Kementerian Koperasi dan UKM beberapa waktu lalu menyatakan program revitalisasi pasar tradisio-nal akan dilanjutkan mengingat 70% dari 13.450 unit pasar berada dalam kondisi yang memprihatinkan seperti kumuh dan kotor.

Hingga Oktober 2012, Kementerian Koperasi dan UKM baru merevitalisasi 265 unit pasar tradisional dan jumlah yang belum direvitalisasi mencapai 9.150 unit.

"Itu akan menjadi tugas kami untuk merevitalisasinya tahun demi tahun sesuai dengan jumlah anggaran yang dialokasikan," kata Menteri Koperasi dan UKM Syarifuddin Hasan. (Bisnis, 31/10).

Menurutnya, anggaran yang dipersiapkan merevitalisasi pasar tradisional tidak terlalu besar karena jumlahnya hanya mampu untuk puluhan unit per tahun.

Anggaran revitalisasi pasar tradisional dialokasikan maksimal Rp 1 miliar, sedangkan pengelolaannya dipercayakan kepada koperasi setempat dengan harapan bisa mengoptimalkan peranan pelaku UMKM di pasar tradisional hasil revitalisasi.

"Survei yang kami lakukan menunjukkan kapasitas usaha mereka mengalami peningkatan pada pasar yang telah direvitalisasi. Hal itu disebabkan, lokasinya memang sudah layak menjadi sarana transaksi sehingga mampu meningkatkan pendapatan mereka." ujar Syarifuddin.

Dia mengklaim setiap pasar yang direvitalisasi dikelola secara profesional, bahkan menerapkan sistem zoning sehingga penempatan komoditas secara campur aduk dalam satu kawasan. (Mulia Ginting Muthe)

 

Sumber: Bisnis Indonesia

 

LAYANAN PUBLIK

CALL-CENTER-KUKM-500587.jpg

Jumlah Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini25
mod_vvisit_counterKemarin2649
mod_vvisit_counterMinggu ini25
mod_vvisit_counterMinggu lalu22389
mod_vvisit_counterBulan ini79818
mod_vvisit_counterBulan lalu117329
mod_vvisit_counterTotal kunjungan5364331

We have: 11 guests, 7 bots online
IP: 54.227.17.116
 , 
Jul 27, 2014