Klik pada gambar di bawah ini untuk mengaktifkan slideshow

Galeri

ImagePelaku usaha kecil menengah (UKM) di kawasan tengah dan timur Indonesia berpeluang meningkatkan ekspor ke Brunei Darussalam, Malaysia, dan Filipina dengan memanfaatkan perjanjian kerja sama BIMP-EAGA. BIMP-EAGA {Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia and Phi-lipines East Asean Growth Area) merupakan kerja sama peningkatan pertumbuhan ekonomi kawasan di antara empat negara Asean.

LEMBAGA PEMBIAYAAN: 2013 Tahun Berat Bagi LPDB PDF Print E-mail
Written by Artikel   
Friday, 11 January 2013 09:37

JAKARTA—Tugas Lembaga Pengelola Dana Bergulir selaku lembaga pembiayaan penunjang ke sektor riil diakui semakin berat pada 2013 meski ada agenda untuk meningkatkan jasa layanan dengan membuka sedikitnya lima kantor perwakilan di seluruh Indonesia.

Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB-KUMKM) Kemas Danial, mengemukakan ada tantangan lain yang dihadapi lembaga yang dipimpinnya, yakni karena masyarakat koperasi dan usaha mikro, kecil dan menengah (KUMKM) belum mengenal secara luas jasa layanan LPDB.

”Karena itu ke depan kami akan meningkatkan promosi agar eksistensi LPDB lebih dikenal luas lagi. Termasuk meningkatkan kerja sama sosialisasi demean Dinas Koperasi dan UKM Provinsi maupun Kabupaten/Kota,” ujarnya kepada Bisnis, Kamis (10/1/2013).

Ada tiga strategi lain yang akan dijalankan LPDB untuk memperluas informasi eksistensi lembaga itu kepada masyarakat KUMKM masing-masing menyusun petunjuk teknis bagi pembiayaan usaha mikro yang khusus pemberdayaan pedagang kaki lima (PKL) maupun usaha mikro lainnya.

Kemudian menjalankan program sistem jemput bola untuk menjaring proposal berkualitas, terutama pengembangan usaha di sektor riil. Terakhir menjalankan roadshow sembari memberikan bimbingan teknis penusunan proposal peminjaman.

Sejak beroperasi pada 2008 hingga 2012, realisasi permodalan yang digulirkan LPDB mencapai sekitar Rp2,57 triliun. Khusus untuk 2012 total penyaluran mencapai Rp957 miliar, namun diperkirakan mencapai Rp1,3 triliun, karena Rp957 miliar belum hitungan final.

Menurut Kemas Danial, pada tahun ini serapan ditargetkan mencapai sekitar Rp1,9 triliun sesuai rencana bisnis anggaran (RBA). Usaha yang disasar adalah koperasi maupun non koperasi yang bergerak di sektor riil.

Sumber : Bisnis Indonesia

 

 

LAYANAN PUBLIK

CALL-CENTER-KUKM-500587.jpg

Jumlah Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini1839
mod_vvisit_counterKemarin0
mod_vvisit_counterMinggu ini1839
mod_vvisit_counterMinggu lalu26889
mod_vvisit_counterBulan ini70282
mod_vvisit_counterBulan lalu107959
mod_vvisit_counterTotal kunjungan5611726

We have: 35 guests, 22 bots online
IP: 54.204.249.184
 , 
Oct 20, 2014