Klik pada gambar di bawah ini untuk mengaktifkan slideshow

Galeri

ImagePelaku usaha kecil menengah (UKM) di kawasan tengah dan timur Indonesia berpeluang meningkatkan ekspor ke Brunei Darussalam, Malaysia, dan Filipina dengan memanfaatkan perjanjian kerja sama BIMP-EAGA. BIMP-EAGA {Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia and Phi-lipines East Asean Growth Area) merupakan kerja sama peningkatan pertumbuhan ekonomi kawasan di antara empat negara Asean.

Koperasi pengelola desa wisata mulai eksis PDF Print E-mail
Written by Artikel   
Tuesday, 13 September 2011 09:49

JAKARTA Pengembangan desa wisata dan agroturisme yang dikelola koperasi di empat wilayah percontohan mulai membuahkan hasil. Kementerian Koperasi dan UKM sebelumnya merintis pengembangan desa wisata dibawah pengelolaan koperasi di Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, dan Sulawesi Utara.

"Agroturisme di Bangli, Bali misalnya, rata-rata 10 orang wisman sudah datang berkunjung setiap harinya. Koperasi memang ber-peluang besar mengelola agro-wisata yang didukung potensi sumber daya alam setempat," kata Deputi Bidang Pengkajian Sumber Daya Kementerian Koperasi dan UKM, I Wayan Dipta, kemarin.

Dalam pengembangan desa wisata yang melibatkan koperasi, pihaknya juga mempertimbangkan aspek keanekaragaman hayati, sosial ekonomi, kelembagaan, dan sarana prasarana desa setempat yang akan dikembangkan sebagai desa agrowisata.

Menurut Wayan, pihaknya juga bersinergi dengan instansi terkait seperti Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, serta Kantor

Menko Kesra yang mengembangkan PNPM Pariwisata di berbagai wilayah. Proyek rintisan di Jatim dan Bali.

"Setelah berkoordinasi dengan pemda terkait, agrowisata potensial dikembangkan di Kota Batu, Malang lewat rintisan Koperasi Petani Bumiaji dan di Bangli, Bali melalui KUD Sulahan," katanya.

Koperasi Bumiaji diproyeksikan mengelola agrowisata apel, bunga, dan sayuran organik sedangkan KUD Sulahan diarahkan mengelola pengembangan program One Village One Pmduct (OVOP) untuk perkebunan jeruk, padi organik, buah, dan sayuran.

"Diharapkan koperasi memperoleh manfaat pengembangan usaha, optimalisasi keterlibatan masyarakat anggota koperasi di industri wisata, dan pelestarian lingkungan dan budaya."

Tahun lalu Koperasi Bumiaji membangun balai informasi yang menjadi tempat singgah pertama bagi pengunjung mendapatkan informasi pariwisata di daerah itu. Adapun KUD Sulahan telah membangun pondok wisata, sarana outbond, saung wisata, dan lokasi atraksi wisata perdesaan.

"Kedua koperasi itu akan difasilitasi bekerja sama dengan pihak terkait seperti hotel, restoran dan biro perjalanan wisata untuk mengemas kegiatan di kawasan."

Pihaknya berharap pengembangan agrowisata berbasis koperasi dapat segera dikembangkan ke berbagai kabupaten/kota di provinsi lain.

Dirjen Pengembangan Destinasi Pariwisata Kementerian Ke budayaan dan Pariwisata Firmansyah Rahim menambahkan tren wisman datang ke perkebunan sayur dan obat-obatan seperti di Bali memang meningkat seiring dengan naiknya kesadaran masyarakat dunia untuk melakukan wisata yang peduli lingkungan.

Sumber : Bisnis Indonesia

 

LAYANAN PUBLIK

CALL-CENTER-KUKM-500587.jpg

Jumlah Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini239
mod_vvisit_counterKemarin7527
mod_vvisit_counterMinggu ini29669
mod_vvisit_counterMinggu lalu25161
mod_vvisit_counterBulan ini120430
mod_vvisit_counterBulan lalu107959
mod_vvisit_counterTotal kunjungan5661874

We have: 19 guests, 15 bots online
IP: 54.90.128.222
 , 
Oct 31, 2014