Klik pada gambar di bawah ini untuk mengaktifkan slideshow

Galeri

ImageKementerian Koperasi dan UKM melakukan Bimbingan Teknis Pemberdayaan Usaha KUMKM  daerah Wisata dan Usaha Mikro Perikanan Wilayah Pesisir di Kabupaten Belitung. Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah pada tanggal 26 April 2010 telah melakukan Bimbingan Teknis Pemberdayaan Usaha KUMKM, bertempat di Hotel Grand Pesona Impian Kab. Belitung dengan peserta berjumlah 80 orang usaha mikro dan kecil (UMK), diantaranya bidang usaha wisata sebanyak 30 orang, pengolahan perikanan sebanyak 50 orang yang berasal dari Kab. Belitung dan Kab. Belitung Timur.

Dana Pinjaman Bergulir LPDB Difokuskan ke Koperasi PDF Print E-mail
Thursday, 03 November 2011 10:38

Jakarta, SENTANA STRATEGI pengembangan bisnis LPDB (Lembaga Pengelola Dana Bergulir) KUMKM sebagai BLU Lembaga Pembiayaan pada Kementerian Koperasi dan UKM RI, masih banyak fokus ke usaha perkoperasian.

Menurut Direktur Bisnis LPDB-KUMKM. Kemenkop dan UKM RI. Warso Widanarto. usaha koperasi itu adalah sokoguru perekonomian bangsa yang berjalan seiring untuk penguatan permodalan koperasi sektor riil.

Hal ini kata dia termasuk Koperasi Simpan Pinjam (KSP) untuk meminjamkan dana bergulir tersebut ke anggota-anggotanya dan pelaku UKM (Usaha Kecil dan Mikro) yang merupakan bagian dari katup pengaman penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan itu.

"Dalam memberikan dana pinjaman bergulir yang ditugaskan oleh Kemenkop dan UKM RI. pihak LPDB masih fokus kepada usaha perkoperasian sebagai sokoguru perekonomian bangsa. Penyaluran dana pinjaman bergulir tersebut yakni ke usaha Koperasi Simpan Pinjam (KSP)/USP untuk para anggotanya dan para UKM. Juga bagi usaha koperasi sektor riil sekaligus penguatan permodalan agar berkembang dan mampu bersaing dengan usaha lainnya," katanya kepada SENTANA di ruang kerjanya. Rabu (2/11).

"Sedangkan UKM yang belum menjadi anggota koperasi bisa datang meminjam ke KSP dan atau boleh mereka membentuk usaha koperasi karena kampanye gemar berkoperasi digencarkan oleh pemerintah dalam hal ini Kemenkop dan UKM RI," (mbah Warso la mengatakan, keterbatasan anggaran/dana bergulir dari pemerintah maka 5 700 koperasi pemohon dana pinjaman bergulir, apabila ditambah dan UKM tentu harus membutuhkan dana Rp 14 triliun. "Itu tak mudah terpenuhi. Tetapi kita analisis dulu para koperasi pemohon sesuai standar persyaratan sebelum memberikan Akad Pinjaman secara gradual bertahap diesuaikan dengan ketersediaan dana bergulir baik dari pemerintah maupun yangada di LPDB." paparnya.

Menjawab pertanyaan Warso mengatakan, bahwa koperasi yang sebelumnya sudah meminjam ke pihak lain bila dianggap mampu untuk mengembalikan dilihat dari prospek usaha dari laporan laba-rugi (Neracanya), tetap memungkinkan untuk menerima dana pinjaman bergulir dari LPDB. "Kita menganalisa neracanya, meski sudah meminjam ke pihak lainnya, memungkinkan untuk mendapatkan pinjaman bergulir dan kita." tambahnya.

Terkait tenaga analisis apakah bersertifikat ahli analisis perkoperasian atau yang lainnya, menurut Warso saat ini memang sedang dipikirkan untuk menyiapkan tenaga bersertifikat, dan itu patut dipertimbangkan. "Tenaga bersertifikat/kompeten di LPDB itu ke depan meru-pakan masukan yang bagus sebagai bagian tak terpisahkan dan program. Memang perlu ada keseimbangan untuk mengembangkan LPDB ke depan, meski kita bisa dan mampu untuk itu." ujarnya.

Warso juga menambahkan, selama ini pihaknya telah memiliki data Daftar Nama Koperasi penerima dana pinjaman bergulir per kabupaten dan kota. "Jelas ada data daftar nama koperasi penerima dana pinjaman bergulir dan LPDB per kabupaten dan kota," ujarnya

Namun ia mengaku saat ini daftar nama koperasi penerima dana pinjaman bergulir itu belum bisa dipublikasikan.

"Sementara ini dirahasiakan dulu. Soalnya harus ada persetujuan dari direksi, terlebih sekarang ini banyak terjadi penipuan dan orang yang tak bertanggungjawab kepada pengelola koperasi. Penipu itu mencatut nama direksi dan menipu koperasi seolah-olah bisa menerima tambahan dana pinjaman bergulir asalkan mentransfer sejumlah uang." pungkasnya.

Sumber : Sentana

 

LAYANAN PUBLIK

CALL-CENTER-KUKM-500587.jpg

Jumlah Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini2488
mod_vvisit_counterKemarin2973
mod_vvisit_counterMinggu ini22228
mod_vvisit_counterMinggu lalu13617
mod_vvisit_counterBulan ini79632
mod_vvisit_counterBulan lalu117329
mod_vvisit_counterTotal kunjungan5364145

We have: 13 guests, 6 bots online
IP: 54.224.214.109
 , 
Jul 26, 2014