Klik pada gambar di bawah ini untuk mengaktifkan slideshow

Galeri

ImagePelaku usaha kecil menengah (UKM) di kawasan tengah dan timur Indonesia berpeluang meningkatkan ekspor ke Brunei Darussalam, Malaysia, dan Filipina dengan memanfaatkan perjanjian kerja sama BIMP-EAGA. BIMP-EAGA {Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia and Phi-lipines East Asean Growth Area) merupakan kerja sama peningkatan pertumbuhan ekonomi kawasan di antara empat negara Asean.

UMKM Serap Tenaga Kerja Lebih Besar PDF Print E-mail
Thursday, 26 January 2012 10:07

JAKARTA– Pemerintah mendorong usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk terus tumbuh sehingga bisa lebih banyak menyerap tenaga kerja. UMKM diharapkan semakin berperan dalam menekan angka pengangguran. Menteri Koperasi dan UKM Syarif Hasan mengungkapkan, pertumbuhan UMKM di Indonesia meningkat pesat dua tahun terakhir.  Bila dua tahun lalu jumlah UMKM berkisar 52,8 juta unit usaha,pada 2011 sudah bertambah menjadi 55,2 juta unit. Jumlah UMKM yang terus meningkat ini diharapkan bisa sebanding dengan penyerapan tenaga kerja. Sebagai catatan, rata-rata UMKM bisa menyerap 3–5 tenaga kerja. Dengan adanya penambahan sekitar 3 juta unit UMKM, dalam dua tahun terakhir, jumlah tenaga yang terserap bertambah 15 juta orang.  

“Kalau mendorong kewirausahaan, semangatnya adalah bagaimana agar kita dapat menciptakan lapangan kerja sendiri, bukan mencari kerja. Harapannya kita dorong agar UKM tetap bisa menciptakan lapangan pekerjaan,” tutur Syarif Hasan dalam acara SINDO UMKM Award 2011 di Jakarta tadi malam. Penghargaan Insan UMKM merupakan komitmen harian SINDO untuk terus mendorong pertumbuhan UMKM.

SINDO memberikan penghargaan kepada pelaku UMKM dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka merupakan binaan sejumlah institusi seperti Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Mandiri, Bank Tabungan Negara (BTN), BNI Syariah, Bank Aceh,Bank Sumut,Pertamina, VICO Indonesia, PT Medco E&P Indonesia,dan Pelindo.

Selain Menteri Koperasi dan UKM, acara tadi malam dihadiri CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo,Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Dirjen PEN) Kementerian Perdagangan Hesti Indah Kresnarini, serta Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah Kementerian Perindustrian Euis Saedah. Syarif menuturkan, angka pengangguran di Indonesia saat ini mencapai 6,58%.

Dengan pertumbuhan UKM yang terus membaik, jumlah pengangguran diharapkan bisa dikurangi menjadi 5% pada tahun depan. Dia memaparkan, kontribusi UMKM bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia sangat besar.Tahun lalu, UMKM menopang 56% dari total produk domestik bruto (PDB) Indonesia. Peluang UMKM untuk terus tumbuh sangat terbuka, bukan hanya di Indonesia, melainkan juga di pasar global. Syaratnya, pelaku UKM mampu meningkatkan inovasi serta daya kreativitasnya.

“Kita memiliki opportunity yang luar biasa. UMKM di sini memiliki akses yang luar biasa dan bila Saudara ingin melihat opportunitydi pasar global,Kementerian Koperasi dan UKM akan memfasilitasi ke luar negeri,”ujarnya. Secara khusus,Syarif mengapresiasi SINDOyangdinilainya memberikan kepedulian besar kepada UMKM.Hal itu,menurutnya, merupakan wujud kepedulian terhadap rakyat kecil.

“Satu-satunya yang menempatkan UMKM di halaman depan adalah SINDO.” ”Kita mengangkat mereka dari tidak memiliki pekerjaan menjadi memiliki pekerjaan, dari memiliki pendapatan yang terbatas menjadi pendapatan yang cukup,”tandasnya. CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo berharap pelaku UMKM bisa didorong menjadi wirausaha baru yang profesional dan berprestasi.

Hary mencontohkan pengalamannya yang memulai bisnis dari pengusaha UKM,22 tahun lalu, terbukti bisa mengembangkan MNC Group menjadi kelompok usaha media terbesar kedua di Asia Tenggara. Dia meyakini pertumbuhan ekonomi Indonesia yang terus membaik bisa mendorong UKM untuk semakin maju, bahkan menjadi ujung tombak bagi perekonomian nasional. “Dampak dari suatu aktivitas kalau dilakukan secara nasional sangat luar biasa.UMKM sebagai ujung tombak nasional kalau didukung bapak angkat, bapak pembina, juga bisa seperti itu,”ujarnya.

Hary berpandangan, sekarang ini saat yang tepat bagi Indonesia untuk menggenjot ekonomi di dalam negeri, terutama dengan dorongan UMKM.Terlebih,konsumsi domestik Indonesia terus menunjukkan peningkatan.“Saat ini momentum yang tepat supaya kita bisa berlari cepat karena negara-negara lain yang export drivenakan kena dampak krisis Eropa dan Amerika,”ujarnya.

Kepala Bagian Humas BRI Ardiansyah memberikan apresiasinya kepada SINDO yang telah menyelenggarakan malam penghargaan kepada insan UMKM.Dia berharap acara ini bisa lebih memotivasi pelaku UKM dalam menjalankan usahanya.“ Saya sangat mengapresiasi SINDO yang menyelenggarakan acara ini. SINDO memang selama ini bermitra bersama BRI untuk mengangkat profil UMKM dan saya harap ini akan memotivasi mereka,” paparnya.

Business Director BNI Syariah Bambang Widjanarko mengatakan, UMKM memang harus mendapat perhatian luas karena sektor tersebut bisa menjadi sarana untuk meningkatkan taraf hidup serta berperan besar dalam menciptakan lapangan kerja. Dia berharap acara tadi malam bisa mendorong pertumbuhan UMKM.

 

Sumber : Harian Seputar Indonesia

 

LAYANAN PUBLIK

CALL-CENTER-KUKM-500587.jpg

Jumlah Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini3718
mod_vvisit_counterKemarin5919
mod_vvisit_counterMinggu ini13165
mod_vvisit_counterMinggu lalu26889
mod_vvisit_counterBulan ini81608
mod_vvisit_counterBulan lalu107959
mod_vvisit_counterTotal kunjungan5623052

We have: 70 guests, 20 bots online
IP: 54.161.235.83
 , 
Oct 22, 2014