Klik pada gambar di bawah ini untuk mengaktifkan slideshow

Galeri

Image

Asosiasi Konsultan Hak Kekayaan Intelektual Indonesia (AKHKI) telah memberikan pendampingan kepada kalangan usaha mikro kecil, dan menengah (UMKM) industri kreatif di Indonesia. Hal yang sama juga dilakukan Kementerian Koperasi dan UKM. Deputi Bidang Pengembangan dan Restrukturisasi Usaha Kementerian Koperasi dan UKM Chairul Djamhari menyatakan, pihaknya telah memberikan pendampingan dan bantuan sertifikasi HKI kepada kalangan usaha mikro kecil menengah (UMKM) industri kreatif.

SARJANA MENGANGGUR: Motivasi sarjana jadi wirausaha rendah PDF Print E-mail
Written by Artikel   
Thursday, 23 February 2012 10:55

JAKARTA: Pemerintah mengumumkan ada kecenderungan semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang di Indonesia, maka semakin tinggi tingkat negatifnya yang ditandai menurunnya semangat dan motivasi mereka menjadi wirausahawan baru.
Agus Muharram, Deputi Bidang Pengembangan SDM Kementerian Koperasi dan UKM, mengatakan itu sebabnya diperkirakan masih banyak sarjana diploma maupun sarjana S-1 yang menganggur. Ke depan, jumlahnya kemungkinan akan terus meningkat.
”Dari sekitar 241,5 juta jiwa penduduk Indonesia, jumlah angkatan kerja 117,37 juta jiwa

, sedangkan yang bekerja hanya 109,67 jiwa orang,” katanya kepada Bisnis (Rabu, 22 Februari 2012).

Berarti terdapat sekitar 7,70 juta orang yang menganggur atau sekitar 6,56% dari total angkatan kerja. Di antara mereka yang menganggur, 492.343 orang memiliki latar belakang pendidikan perguruan tinggi (Data BPS Agustus 2012).

Adapun yang memiliki status bekerja penuh dan paruh waktu, sekitar 97,24%. Mereka adalah orang yang menjalani usaha pada skala usaha skala mikro, kecil dan menengah (UMKM). Total pelaku usaha kategori tersebut mencapai 55,21 juta, atau 99.99% dari seluruh pelaku usaha nasional.


Menurut dia, salah satu upaya yang dilakukan pemerintah mendorong peningkatan kewirausahaan, melalui Kementerian Koperasi dan UKM. Programnya adalah Gerakan Kewirausahaan Nasional (GKN) yang dicanangkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 2 Februari 2011.


Meski program ini murni dari Kementerian Koperasi dan UKM, tetapi instansi tersebut menggandeng beberapa instansi lain seperti pemerintah daerah, pelaku usaha, dan dunia pendidikan nasional. Target utamanya adalah meningkat kewirausahaan dari kalangan sarjana.

”Program GKN yang diinisiasi Kementerian Koperasi dan UKM diharapkan bisa jadi pemicu bagi pemangku kepentingan lainnya. Dengan demikian, program itu bisa menjadi langkah nyata dan strategis mengurangi angka pengangguran.”

Program GKN diusung pemerintah untuk meningkatkan semangat dan jiwa kewirausahaan bagi masyarakat, terutama generasi muda dari kalangan terdidik strata sarjana. Mereka dinilai akan lebih andal menjalankan usaha sehingga lebih memiliki daya saing.


Gerakan Kewirausahaan Nasional sudah dilaksanakan di lima provinsi, masing-masing Riau, Sulawesi Barat, Maluku Utara, dan Bengkulu. Gerakan ini disosialisasikan disertai pelatihan kewirausahaan yang dilaksanakan Kementerian Koperasi dan UKM di pusat maupun daerah.

Sumber : Bisnis Indonesia

 

 

Jumlah Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini926
mod_vvisit_counterKemarin4487
mod_vvisit_counterMinggu ini20652
mod_vvisit_counterMinggu lalu23279
mod_vvisit_counterBulan ini66350
mod_vvisit_counterBulan lalu123517
mod_vvisit_counterTotal kunjungan5854419

We have: 24 guests, 11 bots online
IP: 54.234.141.47
 , 
Dec 18, 2014

INFORMASI UMUM


LAYANAN PUBLIK