Klik pada gambar di bawah ini untuk mengaktifkan slideshow

Galeri

ImagePelaku usaha kecil menengah (UKM) di kawasan tengah dan timur Indonesia berpeluang meningkatkan ekspor ke Brunei Darussalam, Malaysia, dan Filipina dengan memanfaatkan perjanjian kerja sama BIMP-EAGA. BIMP-EAGA {Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia and Phi-lipines East Asean Growth Area) merupakan kerja sama peningkatan pertumbuhan ekonomi kawasan di antara empat negara Asean.

Gakopti Difasilitasi Jadi Importir dan Produsen PDF Print E-mail
Written by Artikel   
Monday, 30 July 2012 10:24


Ikut mengatasi gejolak yang dihadapi para perajin tahu tempe. Kementerian Koperasi dan UKM memfasilitasi agar Gakopti menjadi mandiri, yaitu menjadi produsen penanam kedelai atau menjadi importir. "Kami mendorong Gakopti untuk menjadi importir kedelai dan ke depan saya yakin memang akan menjadi importir kedelai," kata Deputi Bidang Produksi Kementerian Koperasi dan UKM Brahman Setyo di Jakarta, Jumat (27/7). Menurut Brahman, pemerintah memang harus mendukung Gakopti, karena merekalah yang memiliki akses langsung ke perajin di lapangan.

"Gakoptindo bisa menggunakan Kredit Usaha Rakyat (KUR) maksimal sampai Rp 2 miliar, ini akan dijamin Jamkrindo maksimal 70%," tutur Brahman yang kemarin didampingi Asisten Deputi Urusan Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Sultan Effendi.

Menurut Brahman, sudah ada dua bank daerah yang siap membantu kredit untuk Gakopti. "Yaitu Bank Jatim dan DKI adalah pelaku usaha kredit usaha itu sendiri," papar Brahman.

Sedangkan untuk pembukaan lahan kedelai, pihak koperasi bisa menjalin kerja sama dengan demplot untuk menanam kedelai. Saat ini sudah ada beberapa demplot seluas 200 hektare di empat provinsi, yaitu Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan DIY. Sultan menambahkan, saat ini, yang menanam kedelai adalah para petani yang terhimpun di Koperasi Unit Desa (KUD), sedangkan yang membeli Kopti. "Itu dipandu kepala dinas, sebelum panen, mereka akan bertemu dengan perhitungan-perhitungan tertentu keuntungan akan dibagi bersama. Jadi masih ada keuntungan bagi petani," kata Sultan. Kementerian Koperasi dan UKM optimistis swasembada kedelai pada 2014 bisa terwujud.

Sumber : Investor Daily Indonesia

 

DATA UKM

CALL-CENTER-KUKM-500587.jpg