Klik pada gambar di bawah ini untuk mengaktifkan slideshow

Galeri

ImagePelaku usaha kecil menengah (UKM) di kawasan tengah dan timur Indonesia berpeluang meningkatkan ekspor ke Brunei Darussalam, Malaysia, dan Filipina dengan memanfaatkan perjanjian kerja sama BIMP-EAGA. BIMP-EAGA {Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia and Phi-lipines East Asean Growth Area) merupakan kerja sama peningkatan pertumbuhan ekonomi kawasan di antara empat negara Asean.

Pasar Software UKM Capai Rp 9 Triliun PDF Print E-mail
Written by Artikel   
Wednesday, 15 August 2012 09:14
JAKARTA - PT Zahir International menilai pasar software untuk usaha kecil dan menengah (IKM) cukup menjanjikan. Pasar software UKM pada 2011 sekitar Rp 8,6 triliun, dan pada 2012 diperkirakan nilainya mencapai Rp 9 triliun. Untuk itu, Zahir terus meningkatkan penetrasinya di pasar dengan menghadirkan produk terbaru salah satunya paket solusi ritel UKM. "Kami memang membidik pasar UKM. Sekarang ini jumlah pengguna software Zahir di kalangan UKM jumlahnya sudah mencapai 30.000 pengguna," kata Direktur PT Zahir Internationa) Muhammad Ismail Thalib kepada lnvestor Daily, usai acara diskusi "Strategi Bisnis di Industri Software UKM," di Jakarta, akhir pekan lalu.
Ismail mengatakan, setiap UKM sekarang membutuhkan dukungan software bidang keuangan. UKM membutuhkan laporan keuangan untuk menganalisis bisnis ke depan, serta pengajuan modal yang dibutuhkan ke bank.
Untuk menyusun laporan keuangan, lanjut dia, UKM bisa menggunakan bantuan software, seperti Zahir Accounting. Software ini membantu kegiatan pembukuan yang terintegrasi dan mempunyai fitur web based soft-waneyang membantu memantau laporan dari mana saja melalui internet. Dari sisi aset lanjut Ismail, unit usaha masuk kategori UKM jika asetnya antara Rp 50-500 juta. Sedangkan dari sisi omzet sekitar Rp 300juta sampai Rp 2,5 miliar. "Kami lebih tertarik masuk ke UKM, ketimbang bertarung dengan pemain-pemain besar dunia di pasar enterprise. Kami lebih unggul di segmen UKM," ujar dia.
Mengutip data Kementerian Koperasi dan UKM, kontribusi UKM terhadap perekono-mian nasional telah lebih melebihi separuh dari produk domestik bruto (PDB). Data BPS menunjukkan, pada 2009, kompensasi PDB tersusun dari usaha UKM sebesar 53,332% kemudian usaha besar 41%, dan sektor pemerintah sebesar 5,58%. Adapun jumlah pelaku UKM pada akhir 2012 diprediksi mencapai 4.479.132 unit Estimasi untuk setiap pertumbuhan 1% PDB akan menciptakan 42.797 pelaku usaha baru di Indonesia. "Sektor ini sebenarnya bisa berkembang lebih hebat lagi, namun masih banyak yang mencatat bisnisnya secara manual dan belum memberi perhatian pada penerapan TI yang mampu menunjang bisnis," tuturnya.
Tantangan Usaha
Menurut Ismail, software lokal seperti Zahir Accounting memiliki tantangan bisnisyang cukup besar untuk bertahan di tengah kompetisi yang ketat. Tantangan tersebut, yaitu market terfragmentasi sehingga solusinya adalah harus ada segmentasi yang jelas. "Kalau tidak ada segmentasi yang jelas, sama saja gagal. Karena itu, Zahir fokus di software accountingyang membidik pasar UKM," katanya.
Tantangan berikutnya yaitu platform yang terus berkembang dan transformasi PC ke mobile. Hal ini mengubah tidak hanya interaksi tetapi alat-alat mengalami perubahan. Terkait pembajakan software, Ismail mengeluhkan masih terjadinya pembajakan software, khususnya buat pengembang software lokal. Kondisi ini bila tidak mendapatkan perhatian serius akan berpotensi mematikan industri software lokal. "Untuk mengembangkan software baru membutuhkanwaktu bisa sampai satu tahun, bahkan ada yang dua tahun, belum lagi biaya yang harus dikeluarkan. Kalau produknya dibajak, habislah sudah industri ini, karena orang tidak ada lagi yang mau masuk ke bisnis ini, tidak mungkin terus menanggung kerugian," katanya.
Bersama dengan Business Software Alliance (BSA) , sambung Ismail, Zahir Accounting gencar mengedukasi masyarakat, tentang pentingnya membeli produk asli dan kerugian akibat adanya pembajakan software. Secara bertahap, masyarakat Indonesia akan sadar membeli barang bajakan akan merugikan tidak hanya pada diri sendiri tapi juga negara. "Barang bajakan rawan dengan virus, belum lagi potensi hilangnya pajak ke negara. Di sisi lain, industri kreatif akan mati, karena produknya dibajak," jelasnya.
Sumber : Investor Daily Indonesia
 

LAYANAN PUBLIK

CALL-CENTER-KUKM-500587.jpg

Jumlah Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini1566
mod_vvisit_counterKemarin2909
mod_vvisit_counterMinggu ini20237
mod_vvisit_counterMinggu lalu27200
mod_vvisit_counterBulan ini111599
mod_vvisit_counterBulan lalu123108
mod_vvisit_counterTotal kunjungan5776151

We have: 29 guests, 57 bots online
IP: 23.23.57.182
 , 
Nov 28, 2014